Buku Asbabun Nuzul (Zam-Zam)

Buku Asbabun Nuzul (Zam-Zam)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 150.000,00
Rp 120.000
You save: IDR 30.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Asbabun Nuzul

Syaikh Mahmud Al-Mishri, Penerbit Zam-Zam

Al-Qur’an turun terbagi dua bagian; satu bagian turun tanpa sebab, dan satu bagian lain turun mengiringi suatu peristiwa atau pertanyaan. Beberapa manfaat yang bisa dipetik dari mengetahui sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur’an, di antaranya adalah mengetahui hikmah yang melatarbelakangi pensyariatan suatu hukum. Kedua, mengkhususkan pemberlakuan hukum pada sebabnya, bagi yang berpedoman pada prinsip Al-Ibrah bi Khushushis sabab (Pelajaran dapat di ambil dari sebab yang khusus). Ketiga, memahami maksud ayat dan menghilangkan paradoks maknanya. Dan masih banyak lagi …

Sababun nuzul atau sebab turunnya ayat Al-Qur’an terbatas pada dua perkara: Pertama; terjadi satu peristiwa lalu ayat Al-Qur’an turun berkenaan dengan peristiwa ini. Contohnya sebab turunnya firman Allah, 

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.” (Surat Al-Lahab / Al-Masad: 1)

Kedua; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang sesuatu lalu ayat Al-Qur’an turun menjelaskan hukumnya. Contohnya adalah sebab turunnya ayat Li’an.

Contoh Asbabun Nuzul, Allah Ta’ala berfirman, 

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا

“Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).” (Surat Al-Kahfi: 6)

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan, “Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, Abu Jahl bin Hisyam, Nadhr bin Harits, Umayyah bin Khalaf, ‘Ash bin Wail, Aswad bin Muthallib dan Abu Bakhtari berkumpul bersama sejumlah orang Quraisy. Di pihak lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa sangat sedih melihat perlawanan kaum beliau dan penolakan mereka terhadap nasihat yang beliau bawa. Hal itu menyebabkan beliau amat berduka. Maka Allah menurunkan ayat (di atas).”

Penamaan Surat. Dinamakan Surat Al-Kahfi karena surat ini mengandung mukjizat Rabbaniyah dalam kisah menakjubkan dan aneh tersebut, yakni kisah Ashabul Kahfi. Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia mengatakan, “Surat Al-Kahfi turun di Mekah.”

Asbabun Nuzul lainnya, 

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar.” (Surat An-Nur: 23)

Dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas tentang firman Allah (di atas), ia berkata, “Ayat ini turun khusus terkait Aisyah.”

Judul Buku : Asbabun Nuzul
Penulis : Syaikh Mahmud Al-Mishri
Penerbit : Zam-Zam
Format Buku : Hardcover
Dimensi Buku : tebal buku 604 halaman, ukuran buku 20.5 x 23 cm, berat buku packing +/- 1350 gram