Buku Anak Adab Makan dan Minum (Media Sholih)

Buku Anak Adab Makan dan Minum (Media Sholih)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 16.000,00
Rp 14.000
You save: IDR 2.000,00! (12.50%)

Product Description

Buku Anak Adab Makan dan Minum

Abu Hudzaifah ath-Thalibi, Media Sholih

Buku yang menarik telah hadir di hadapan Anda, memuat belasan adab sebelum dan sesudah makan, dibumbui dengan ilustrasi yang khas bagi dunia anak-anak. Berapa kali dalam sehari Anda menanamkan adab kepada anak-anak? Buku ini penting dimiliki oleh orang tua dan bisa dijadikan referensi tambahan bagi ananda di masa tumbuhkembangnya.

Apabila Tidak Suka dengan Makanan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuntunkan umatnya agar menghargai adab ini, tidak mudah untuk mencela makanan karena kurang ini atau itu. Tentu berbeda jika konteksnya sedang masak atau ngicip, dalam rangka menentukan kualitas rasa masakan. Dan yang seperti ini dibolehkan. Adapun larangan ini datang ketika makanan telah terhidang. Dari Abu Hurairah, ia berkata,

مَا عَابَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – طَعَامًا قَطُّ ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

“Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela suatu makanan sekali pun dan seandainya beliau menyukainya maka beliau memakannya dan bila tidak menyukainya beliau meninggalkannya (tidak memakannya).” (HR. Bukhari)

Saat Makan Bukan Saat Leyeh-Leyeh (Bersandar)!

Memang asyik jika sudah PW (posisi Uenak), rasanya tidak mau beranjak. Akibatnya saat makan pun, kita kan mencari sandaran. Ternyata hal tersebut diingkari oleh Rasulullah dalam sabdanya,

أَمَّا أَنَا فَلاَ آكُلُ مُتَّكِئًا

“Adapun saya tidak suka makan sambil bersandar.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Setelah ini, apakah kita masih nyantai dan duduk bersandar saat makan? Nggak lagi ah …

Bagaimana Jika lupa “Bismillah”?

Terkadang saking lahapnya makan, kita melupakan hal satu ini. Tapi Rasulullah tidak tinggal diam untuk menelantarkan umatnya dalam kebimbangan. Melainkan beliau memberi solusi terbaik berupa doa terbaik,

فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: ‘Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)’.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dalam konteks hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan,

مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ اسْتَقَاءَ مَا فِى بَطْنِهِ

“Setan terus makan bersamanya hingga ketika ia menyebut nama Allah (Bismillah), setan memuntahkan apa yang ada di perutnya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad

Nah, looh … Akhirnya Setan pun muntah!!! Oleh karena itu, jangan sampai keluarga kita kelupaan dari membaca tasmiyah (membaca basmalah).

Judul Buku : Anak Adab Makan dan Minum
Penulis : Abu Hudzaifah ath-Thalibi
Penerbit : Media Sholih
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : Ukuran 20,5 x 14 cm, Berat 100 gr, Isi 56 halaman