Buku Amalan Di Tanah Suci (AQWAM)

Buku Amalan Di Tanah Suci (AQWAM)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 69.000,00
Rp 56.000
You save: IDR 13.000,00! (18.84%)

Product Description

Buku Amalan Di Tanah Suci

H. Rafiq Jauhary, Penerbit Aqwam Jembatan Ilmu

Buku Amalan Di Tanah Suci-Untuk meningkatkan keimanan, selain memperbanyak melakukan amal ibadah fisik dan lisan, hendaknya kita juga mengimbanginya dengan amalan hati. Karena iman terdiri dari keyakinan dalam hati,  ucapan di lisan, dan amalan anggota badan. Dari ketiga perangkat itu hati yang menjadi panglimanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).” (HR. Bukhari, no. 52 dan Muslim, no. 1599).

Para ulama pun kemudian membagi kondisi hati menjadi tiga: hati yang sehat, hati yang sakit, dan hati yang mati.

Hati yang sehat adalah hati yang dapat mengenali kebaikan dan keburukan, kemudian ia memimpin jasad agar menjalankan kebaikan dan meninggalkan keburukan. Adapun hati yang sakit, ia masih dapat mengenali kebaikan dan keburukan, namun ia tidak kuasa untuk memimpin jasad untuk mengerjakan kebaikan atau meninggalkan keburukan. Dan yang terakhir, hati yang mati adalah hati yang tidak lagi dapat mengenal kebaikan dan keburukan, dan jasad pun akhirnya tidak lagi memnadang mana yang baik dan mana yang buruk, karena semuanya akan diterjangnya. Naudzubillah min dzalik.

Keikhlasan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (Surat al-An’am: 162)

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (Surat al-Bayyinah: 5).

Allah Ta’ala juga berfirman,

لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا

“Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (Surat al-Mulk: 2)

Fudhail bin Iyadh rahimahullah menafsirkan, “Amal yang paling ikhlas dan paling benar. Sesungguhnya suatu amal jika dia dikerjakan dengan ikhlas namun tidak benar maka amal tersebut tidak diterima. Dan suatu amal jika dia dikerjakan dengan cara yang benar namun tidak disertai dengan niat yang ikhlas maka amal tersebut juga tidak diterima.”

Ibnul Mubarak rahimahullah pernah mengatakan,

رب عمل صغير تعظمه النية، ورب عمل كبير تصغره النية

“Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar (pahalanya) karena sebab niat. Dan betapa banyak amalan yang besar menjadi kecil (pahalanya) karena sebab niat.” (al-Ikhlas wan Niyyah).

Buku cetak edisi softcover dan full colour/warna, tebal bukui 152 halaman, ukuran buku 12 x 20,5 cm, dan dengan berat 243 gram.
Penulis: H. Rafiq Jauhary
Penerbit: Aqwam Jembatan Ilmu