Buku Ahkamul Jana’iz (Media Tarbiyah)

Buku Ahkamul Jana’iz (Media Tarbiyah)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 100.000,00
Rp 80.000
You save: IDR 20.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Ahkamul Jana’iz Panduan Lengkap Mengurus Jenazah

Kompilasi 3 Ulama Besar, Penerbit Media Tarbiyah

Proses pengurusan jenazah dari awal hingga akhir yang meliputi mentalqin, memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan menguburkan. Kesemuanya dapat Anda temukan dalam risalah ringkas ini. Sebuah Maha Karya yang berasal dari tiga ulama besar di zamannya yaitu Syaikh Al-Albani, Syaikh Ibnu Baz, dan Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahumullah- yang disarikan oleh penyusun dari tulisan dan fatwa-fatwa dari ulama tersebut. Buku ini berisi sebelas pasal penting yang sayang jika Anda lewatkan begitu saja.

Di awal materi, Anda diingatkan tentang hakekat kematian. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ ۖ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad); maka jika kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Surat Al-Anbiya’: 34-35)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sering-seringlah mengingat sesuatu yang akan menghancurkan kenikmatan, yakni kematian.”

Mengingat kematian maknanya bukan dengan mengatakan, “Si Fulan telah meninggal dunia!” Bukan seperti itu! Mengingat kematian maknanya kita mempersiapkan diri menghadapi kematian, banyak beramal sebagai bekal menghadapi kematian, dan kita memanfaatkan dunia ini sebagai bekal setelah kematian.

Pada halaman 56 disebutkan perkara-perkara yang dilarang saat seorang muslim meninggal dunia, salah satunya ialah meratap. Syaikh Al-Albani rahimahullah menjelaskan, ““Meratap di sini maksudnya ialah teriakan keras disertai tangisan secara berlebihan. Ibnul Arabi berkata, “Yang disebut Nauh adalah suatu sikap yang biasa dilakukan oleh kaum jahiliyah, yakni kaum wanita mereka berdiri berhadap-hadapan sambil berteriak-teriak dan menabur-naburkan tanah di atas kepala mereka sembari memukul-mukul wajah-wajah mereka.” Ucapan ini dinukil oleh An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.””

Di akhir risalah, penyusun menyajikan bab tentang Bersiap Menghadapi Kematian dan Alam Akhirat. Terdapat 10 poin penting di dalamnya, di antaranya; tidak panjang angan-angan serta bersiap diri dengan banyak beramal shalih untuk menghadapi kematian. Allah Ta’ala berfirman,

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ

“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).” (Surat Al-Hjir: 3)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jadilah engkau di dunia layaknya orang yang asing atau orang yang sedang dalam perjalanan.”

Judul Buku : Ahkamul Janaiz Panduan Lengkap Mengurus Jenazah
Penulis : Kompilasi 3 Ulama Besar
Penerbit : Media Tarbiyah
Format Buku : hardcover
Dimensi Buku : tebal buku 421 halaman, ukuran buku 16 x 24 cm, berat buku packing +/- 900 gram