Buku 99 Kisah Orang Shalih (Darul Haq)

Buku 99 Kisah Orang Shalih (Darul Haq)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 30.000,00
Rp 24.000
You save: IDR 6.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku 99 Kisah Orang Shalih 

Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Penerbit Darul Haq

Kisah-kisah ini adalah ibrah bagi kita, agar kita bisa meneladani mereka, mengikuti jejak langkah mereka, beramal sebagaimana mereka beramal; dengan harapan semoga kita bisa sampai kepada apa yang telah mereka gapai.

Orang-orang yang disebutkan dalam kisah ini adalah orang-orang yang berperilaku sebagai penghuni Surga, yang menjadi teladan dan figur bagi umat, dan mereka ini adalah pribadi-pribadi yang benar-benar ada dan bukan tokoh rekaan, dan benar-benar pernah menjalani kehidupan di dunia. Mereka menjadi contoh sejati yang tak terbantahkan dan terukir indah dalam sejarah.

Aku Hanyalah Seorang Hamba

Dahulu, ketika Bisyr masih senang  berfoya-foya di rumahnya, di mana dia sedang bersama teman-temannya yang mempunyai kebiasaan minum dan jor-joran, seorang shalih lewat di depan rumahnya lalu mengetuk pintu, kemudian seorang budak perempuan keluar rumah untuk menemuinya.

Orang shalih itu bertanya, “Yang punya rumah ini orang merdeka atau sahaya?”

Budak perempuan menjawab, “Orang merdeka.”

Orang shalih itu berkata, “Benar jawabanmu, sekiranya pemilik rumah ini seorang budak sahaya, tentulah ia berperangai sebagaimana budak dan tidak berfoya-foya seperti ini.”

Bisyr (pemilik rumah) mendengar pembicaraan mereka berdua ini. Maka ia segera lari menuju pintu tanpa mengenakan sandal, namun orang shalih tersebut telah pergi.

Bisyr lalu berkata kepada budak perempuannya, “Celaka kamu, siapa yang mengajakmu bicara di depan pintu tadi?” Kemudian sang budak menceritakan kejadian tersebut. Bisyr bertanya, “Terus laki-laki tadi ke mana?” Budak menjawab, “Ke sana.”

Bisyr pun mengikuti ke mana laki-laki itu menuju. Setelah dapat menyusul, Bisyr bertanya, “Wahai Tuan, Andakah tadi yang berhenti di depan pintu rumahku dan berbicara dengan budak perempuanku?” Orang shalih itu menjawab, “Ya.”

Bisyr berkata, “Tolong ulangi percakapan Anda dengan budakku tadi!”

Orang shalih itu pun mengulangi pembicaraannya. Seketika itu Bisyr pun menempelkan pipinya ke tanah, sambil berkata, “Wahai Tuan, pemilik rumah itu seorang budak.” Setelah itu ia senantiasa berjalan tanpa sandal hingga ia dikenal dengan sebutan al-Hafi (orang yang tak bersandal).

Banyak orang bertanya kepada Bisyr, “Mengapa kamu selalu tidak memakai sandal?” Bisyr menjawab, “Karena Tuhanku tidak berkenan menemuiku kecuali saat aku tidak menggunakan alas kaki. Aku akan terus bersikap demikian ini sehingga ajal menjemputku.”

Allah Azza wa Jalla berfirman:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Surat al-Hadid: 16)

Judul Buku : 99 Kisah Orang Shalih
Penulis : Muhammad bin Hamid Abdul Wahab
Penerbit : Darul Haq
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 168 halaman, ukuran buku 14,5 cm x 21 cm, dan dengan berat 409 gram