Buku 61 Kisah Pengantar Tidur (Darul Haq)

Buku 61 Kisah Pengantar Tidur (Darul Haq)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 30.000,00
Rp 24.000
You save: IDR 6.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku 61 Kisah Pengantar Tidur

Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Penerbit Darul Haq

Apakah Anda pengagum kisah-kisah? Jika itu novel, maka sangat disayangkan … dan kali ini, kami suguhkan suatu karya yang disarikan dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pelajaran yang berharga dari orang-orang zaman dahulu. Berisi puluhan kisah menarik dan disertai faidah yang terkait dengan kisah yang dipaparkan.

Ceritakanlah Nikmat Tuhanmu

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ada tiga orang dari bani Israil yang terkena penyakit belang, botak, dan buta. Allah Ta’ala bermaksud untuk menguji mereka, maka Allah mengutus Malaikat kepada mereka. Malaikat itu datang kepada si belang dan bertanya, “Apakah ada sesuatu yang engkau inginkan?” Si belang menjawab, “Saya menginginkan warna kulit yang bagus, karena orang-orang telah jijik padaku.” Dan seterusnya hingga akhir kisah …

Pelajaran:

Pertama, anjuran untuk berlemah lembut dan memuliakan orang-orang lemah dan miskin, mencukupi kebutuhan mereka, tidak melukai hati mereka dan tidak menghinanya. Kedua, ujian Allah terhadap hamba-hamba-Nya untuk mengetahui di antara para hamba-Nya yang bersyukur dan kufur nikmat, yang shalih dan yang bukan shalih. Ketiga, kewajiban mensyukuri dan menceritakan nikmat dan larangan kufur serta ingkar nikmat.

Kisah Nabi Musa ‘alaihissalam dengan Malaikat Pencabut Nyawa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ketika itu beliau menuyebutkan beberapa hadits, di antaranya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada suatu ketika Malaikat Maut diutus Allah kepada Nabi Musa ‘alaihissalam, dia berkata, “Penuhilah panggilan Tuhanmu.” Maka Nabi Musa menampar Malaikat Maut hingga buta kedua matanya. Malaikat kembali kepada Allah dan berkata, “Engkau kirimkan aku kepada seorang hamba yang tidak ingin mati, dan mencolok mataku.” Hingga akhir kisah…

Pelajaran:

Para Nabi sebelum kematiannya diberi kesempatan untuk memilih antara ingin dicabut ruhnya ataukah ingin tetap hidup. Kedua, Malaikat bisa merubah bentuk dengan menyamar sebagai manusia. Ketiga, Manusia-manusia yang mempunyai kedudukan dari hamba-hamba Allah di sisi-Nya, seperti para Nabi, kadang kesalahan mereka dimaafkan.

Apa perlunya kita merenungi kisah-kisah umat terdahulu? Karena dalam kisah tersebut terdapat pengajaran yang berharga. Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (Surat Yusuf: 111)

Judul Buku : 61 Kisah Pengantar Tidur
Penulis : Muhammad bin Hamid Abdul Wahab
Penerbit : Darul Haq
Format Buku : Softcover
Dimensi Buku : tebal buku 184 halaman, ukuran buku 14.5 × 20.5 cm, berat 300 gram