Mushaf al-Madinah Ukuran Saku A7 (Dar Syafi’i)

Mushaf al-Madinah Ukuran Saku A7 (Dar Syafi’i)

Beli Produk Ini

Rp 50.000

Product Description

Mushaf al-Madinah Ukuran Saku

Cetakan Dar Syafi’i

Membaca al-Qur’an termasuk kebiasaan orang-orang shalih pada zaman dahulu. Di mana pun mereka berada, maka al-Qur’an senantiasa menyertainya. Dan ada di antara mereka yang menjadikan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dengan intensnya bersama al-Qur’an, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Barangsiapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah … jika dia mencintai al-Qur’an, maka sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasul-Nya.”

Demikian pula, para salaf mencari kelembutan jiwa (ta’liful qulub) dengan membersamai al-Qur’an. Wuhaib rahimahullah mengatakan, “Kami telah memperhatikan di dalam hadits-hadits dan nasehat ini, maka kami tidak mendapati ada sesuatu yang paling melembutkan hati dan mendatangkan kesedihan dibandingkan bacaan al-Qur’an, memahami dan mentadaburinya.”

Dalam sehari, berapakah waktu yang Anda sediakan untuk mentadaburi al-Qur’an? Sejam, 2 jam, atau lebih dari itu ...

Ini baru membaca, belum bicara bab khatam. Bagaimanakah para salaf mengkhatamkan al-Qur’an? Sungguh, Anda akan terheran-heran dibuatnya. Lihatlah Qatadah rahimahullah yang mampu mengkhatamkan al-Qur’an dalam 7 hari. Lihat pula asy-Syafi’i rahimahullah yang mengkhatamkan al-Qur’an di bulan Ramadhan sebanyak 60 kali. Juga, Ibnu ‘Asakir rahimahullah  yang mampu mengkhatamkan al-Qur’an setiap pekan sekali. Subhanallah. Di manakah Anda dengan mereka?

Kitab suci al-Qur’an bukan kitab biasa melainkan kitab yang penuh berkah dan terdapat faidah yang banyak di dalamnya. Allah Azza wa Jalla berfirman,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (Surat Shaad: 29)

Dan al-Qur’an dikemudian hari akan menjadi pembela kita atau justru menuntut kita? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

“al-Qur’an itu akan menjadi hujjah yang membelamu atau yang akan menuntutmu.” (HR. Muslim)

Bagaimanakah penjelasannya? Jika kita mengamalkan al-Qur’an, maka al-Qur’an akan menjadi hujjah kita. Akan tetapi, jika sebaliknya (kita tidak mengamalkannya) maka al-Qur’an akan menjadi musuh bagi kita di hari Kiamat!!!

Judul Mushaf : Al-Madinah Ukuran Saku A7
Cetakan : Dar Syafi’i
Dimensi Buku : Ukuran alquran 7 x 10 cm, berat alquran 300 gram