Al-Qur’an Lanjutan Iqro’ 6 (Cordoba Iqro’)

Al-Qur’an Lanjutan Iqro’ 6 (Cordoba Iqro’)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 69.000,00
Rp 62.100
You save: IDR 6.900,00! (10.00%)

Product Description

Al-Qur’an Lanjutan Iqro’ 6, Al-Waqfu wal Ibtida’

Cordoba Iqro’

Mushaf Al-Qur’an yang disertai dengan cara berhenti dan memulai kembali bacaan (Al-Waqfu wal Ibtida’) ini, merupakan jawaban dari banyaknya santri lulusan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) atau masyarakat umum yang masih mengalami kesulitan untuk waqaf dan ibtida’ ketika membaca ayat-ayat yang panjang, sementara nafas mereka pendek.

Beberapa faktor yang melatarbelakangi pentingnya kami menghadirkan mushaf Al-Qur’an Al-Waqfu wal Ibtida’ ini adalah; pertama, secara historis, tulisan Al-Qur’an selalu mengalami penyempurnaan. Mulai dari khat (bentul huruf), harakat (tanda baca), hingga tanda waqaf (tempat berhenti). Kedua, banyaknya perbedaan tulisan antara mushaf terbitan Lajnah Pentashih Al-Qur’an Pusat dengan penerbit Al-Qur’an lokal. Begitu juga Rasm Utsmani terbitan Timur Tengah dengan mushaf cetakan Indonesia. Ketiga, adanya kemungkinan waqaf  pada suatu ayat, namun tidak memungkinkan untuk ibtida’ begitu sebaliknya. Keempat, banyaknya ayat-ayat yang panjang, namun tidak disertai tanda waqaf. Karena itu, (penyusun) perlu merumuskan metodologi Al-Waqfu wal Ibtida’ agar para qori’ dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Langkah-langkah yang ditempuh meliputi, tarkib ma’nawi (arti secara utuh), tarkib an-nahwi (gramatika, tata bahasa), panjang pendeknya nafas, standar irama rast. Metode inilah yang membedakan antara mushaf Al-Qur’an Al-Waqfu wal Ibtida’  dengan mushaf lainnya. 

Mengenal Jenis Waqaf

Waqaf terbagi menjadi empat bagian utama, pertama: waqaf Intizhari. Dari sudut bahasa artinya menunggu. Yaitu berhenti pada kalimat yang belum sempurna. Sebagaimana yang dilakukan dalam proses belajar dan mengajar Al-Qur’an, dalam rangka menguasai cara bacaan dan ilmu qiraat. Hukumnya dibolehkan. 

Kedua: Waqaf ikhtibari. Dari sudut bahasa artinya memberi keterangan. Yaitu berhenti pada kalimat yang belum sempurna. Sebagaimana  yang dilakukan seorang ustadz dalam proses menguji muridnya. Seperti dalam ujian hafalan Al-Qur’an. Hukumnya boleh.

Ketiga: Waqaf Idh-Thirari. Dari sudut  bahasa artinya darurat. Yaitu berhenti pada bacaan yang belum sempurna maknanya, disebabkan darurat dan tidak sengaja atau karena terpaksa seperti batuk, bersin, lupa, kehabisan nafas, menjawab salam. Hukumnya boleh.

Dan keempat: Waqaf Ikhtiyari. Artinya ialah memilih. Yaitu berhenti pada kalimat yang sesuai mengikat pilihan sendiri. Bukan karena  Idh-Thirari atau Intizhari. Dilakukan karena memahami kaidah waqaf ibtida’ dan ilmu bahasa Arab. 

Judul Al-Qur’an : Lanjutan Iqro’ 6, Al-Waqfu wal Ibtida’
Penerbit : Cordoba Iqro’
Format Buku : Hard Cover
Dimensi Buku : tebal Al Quran 611 halaman, ukuran A5 14.85 x 21 cm, berat buku packing +/- 500 gram