Al-Qur’an Bukhara Tajwid dan Terjemah (Penerbit Sygma)

Al-Qur’an Bukhara Tajwid dan Terjemah (Penerbit Sygma)

Beli Produk Ini

Rp 89.000

Product Description

Al-Qur’an Bukhara Tajwid dan Terjemah

Penerbit Sygma

Mempunyai Al-Qur’an Tajwid adalah kebahagiaan tersendiri, hal tersebut termasuk menggunakan kemajuan teknologi dalam kebaikan. Coba bayangkan … dahulu belum ada titiknya, harakatnya, lalu dari tahun ke tahun terjadilah dengan izin Allah penyempurnaan. Setelah ekspansi Islam semakin luas, maka memungkinkan penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa-bahasa Ajam (asing) tanpa meninggalkan teks asli Al-Qur’an yang berbahasa Arab. Demikianlah Al-Qur’an, keotentikannya senantiasa terjaga.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Surat Al-Hijr: 9)

Al-Qur’an mempunyai sekian keutamaan di antaranya setiap huruf yang dibaca mendapatkan 10 kebaikan, maka kalkulasikanlah tiap ayat yang Anda baca … tentu suatu pahala yang tak terhingga, inilah nikmat yang kita tidak mampu menghinggakannyaAllah Ta’ala berfirman,

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surat An-Nahl: 18)

Belum lagi, syafa’at yang menanti Ahlul Qur’an, dan naik derajat di Surga tentunya melebihi naik jabatan sewaktu di dunia. Selain nikmat yang banyak yang meliputi Ahlul Qur’an. Ternyata di sana ada penyakit yang mengintai dan menjerumuskan pelakunya ke dalam lubang kebinasaan. Apakah itu? Ar-Riya’.... Maka ketahuilah bagaimana kesudahan Ahlul Qur’an yang membaca, karena hanya ingin dipuji oleh manusia, Allah telungkupkan wajahnya ke Neraka sembari terseret-seret wajahnya!!! (Selengkapnya dalam kisah tiga orang yang disulutkan Api Jahanam untuk pertama kalinya)

Oleh karena itu, pentingnya keikhlasan dalam setiap gerak gerik kita. Dan dahulu para salaf senantiasa memperbaiki niatnya, mereka tidak tenang dengan niat yang terus-menerus berubah-ubah. Perhatikanlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mana beliau mengingatkan umatnya akan hal ini,

ٍ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.”  (HR. Bukhari, Muslim, dan selainnya)

Judul Al-Qur’an : Bukhara Tajwid dan Terjemah A6
Penerbit : Sygma (Syamil)
Format Buku : Kain Canvas
Dimensi Buku : ukuran 10 x 15 cm