Buku Islam Saat Rasulullah Gembira, Tertawa, Marah, Bersedih, Dan Menangis

Buku Islam Saat Rasulullah Gembira, Tertawa, Marah, Bersedih, Dan Menangis

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 207.000,00
Rp 165.600
You save: IDR 41.400,00! (20.00%)

Product Description

Buku Islam Saat Rasulullah Gembira, Tertawa, Marah, Bersedih, Dan Menangis

Buku Islam Saat Rasulullah Gembira, Tertawa, Marah, Bersedih, Dan Menangis-Rasulullah seorang hamba dan Rasul-Nya tetaplah berpredikat sebagai manusia biasa, menyertai sifat-sifat kemanusiaan kepadanya; adakalanya bahagia dan terkadang beliau bersedih hati, bahkan beliau pernah marah (tentu dengan alasan syar’i). Tidak sebagaimana kita yang kadang marah hanya karena persoalan sepele belaka. Buku yang ada dihadapan pembaca, mengisyaratkan fenomena penting. Apa itu? Ketahuilah bahwa pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suatu tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan di hari Kiamat dan banyak mengingat Allah.” (Surat al-Ahzab: 21)

Canda Rasulullah

Diriwayatkan dari al-Hasan radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang nenek tua mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nenek itu pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Berdo’alah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam Surga!’ Beliau pun mengatakan, ‘Wahai Ibu si Anu! Sesungguhnya Surga tidak dimasuki oleh nenek tua.’ Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Beliau pun mengatakan, ‘Kabarkanlah kepadanya bahwasanya wanita tersebut tidak akan masuk Surga dalam keadaan seperti nenek tua. Sesungguhnya Allah Ta’ala mengatakan: “Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (Surat al-Waqi’ah: 35-37).”

Rasulullah Menangis

Abdurrahman bin ‘Auf berkata, “Engkau juga menangis wahai Rasulullah?”. Maka Nabi berkata, “Wahai Abdurrahman bin ‘Auf, ini adalah rahmah (kasih sayang)” Kemudian Nabi kembali mengalirkan air mata dan berkata, “Sungguh mata menangis dan hati bersedih, akan tetapi tidak kita ucapkan kecuali yang diridhai oleh Allah, dan sungguh kami sangat bersedih berpisah denganmu wahai Ibrahim.” (HR. al-Bukhari, no. 1303)

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata “Kami menghadiri pemakaman putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Rasulullah duduk di atas mulut kuburan (yang sudah digali). Aku melihat kedua mata beliau mengalirkan air mata, dan beliau berkata, “Apakah ada di antara kalian yang malam ini belum berbuat (berhubungan dengan istrinya)?.” Abu Thalhah berkata, “Saya”. Nabi pun berkata, “Turunlah engkau di kuburan putriku!”. Abu Thalhah lalu turun dan menguburkan putri Nabi.” (HR. al-Bukhari, no. 1342)

Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 876 gram, ukuran buku 17 x 24,5 cm, dan dengan berat 1182 gram.

Penulis: Majdi Muhammad Asy-Syahwi

Penerbit: Pustaka Azzam