Buku Islam Prinsip Dasar Islam

Buku Islam Prinsip Dasar Islam

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 65.000,00
Rp 52.000
You save: IDR 13.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Islam Prinsip Dasar Islam

Buku Islam Prinsip Dasar Islam-Islam agama terbesar di dunia dan tidak heran jika agama lain begitu sentimen terhadap perkembangan Islam. Tidak jarang di kalangan mereka ada yang membuat makar untuk menjatuhkan Islam. Mereka hendak membuat makar kepada agama Allah; memadamkan cahaya-Nya, niscaya kelak Allah akan membalas makar mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya (makar), dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Surat Ali Imran: 54)

Di tengah rongrongan musuh Islam, kondisi umat Islam saat ini sangat menyedihkan. Berkata al-Ustadz Yazid Jawas hafidzahullah, “Kondisi umat Islam yang kita lihat sekarang ini sangat menyedihkan, mereka mengaku Islam, KTP (Kartu Tanda Penduduk) mereka Islam, mereka semua mengaku sebagai muslim, tetapi mereka tidak mengetahui tentang Islam, tidak berusaha untuk mengamalkan Islam, bahkan ada sebagian ritual yang mereka amalkan hanya ikut-ikutan saja. Penilaian baik dan tidaknya seseorang sebagai muslim bukan dengan pengakuan dan KTP, tetapi berdasarkan ilmu dan amal. Allah tidak memberikan penilaian penilaian berdasarkan keaslian KTP yang dikeluarkan pemerintah, juga tidak kepada rupa dan bentuk tubuh, namun Allah melihat kepada hati dan amal.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.’” (HR. Muslim, Ibnu Majah, Ahmad, dan Baihaqi).”

Islam Menentang Keras Terorisme

Banyak aksi teror yang mengatasnamakan Islam dan menganggap amalannya dalam rangka berburu syahid. Padahal jelas sekali bahwa Islam menolak kekacauan dalam keadaan aman (bukan dalam keadaan perang). Sungguh darah dan harta sangat dijaga di dalam Islam.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (Surat al-Ahzaab: 58)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ بَيْنَكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِيْ شَهْرِكُمْ هَذَا، فِيْ بَلَدِكُمْ هَذَا، لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ…

“… Sesungguhnya darah kalian, harta benda kalian, kehormatan kalian, haram atas kalian seperti terlarangnya hari ini, bulan ini dan negeri ini, hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 288 halaman, ukuran buku 15 x 21 cm, dan dengan berat 416 gram.

Penulis: Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Penerbit: Pustaka At-Taqwa