Buku Islam Mengapa Nabi Tidak Mudah Sakit?

Buku Islam Mengapa Nabi Tidak Mudah Sakit?

Beli Produk Ini

Rp 0

Product Description

Buku Islam Mengapa Nabi Tidak Mudah Sakit?

Buku Islam Mengapa Nabi Tidak Mudah Sakit?-Tentu siapapun pernah mengalaminya, tidak terkecuali diri Anda. Buku setebal 188 halaman ini bercerita panjang lebar seputar pola hidup sehat ala Rasulullah. Manusia pilihan dengan segudang prestasi. Para dokter dan herbalis mulai melirik perikehidupan Nabi, mereka mencoba menguak lembar demi lembar yang tersembunyi, guna menemukan rahasia indah hidup sehat sejati (Perlu diingat! sehat dan sakit di tangan Allah semata, adapun hamba hanya sekedar menempuh sebab yang ada, oke).

Food Combining

Jika sekarang Emak-emak (baca: ibu masa kini) ramai dan latah membahas food combining (pola hidup sehat dengan makan teratur). Ada yang memakai cara ini dan cara itu. Padahal jauh-jauh hari Rasulullah telah memberikan teladan. Mau bukti?

Di pagi hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam al-Qur’an, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakirah menunjukkan arti umum dan menyeluruh. Pada dasarnya, bisa menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.

Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengkonsumsi makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, di antaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengkonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthafa, di Mesir dedaunannya mirip dengan sabbath dan ba’dunis. Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang di luar Arab, tapi dia menjelaskan, intinya adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit. (Mengutip faidah dari artikel ‘Inilah Pola Makan Rasulullah’, oleh Redaksi Eramuslim – Selasa, 27 Zulqa'dah 1437 H). Semoga mencerahkan ….

Kurang lengkap rasanya, jika Anda tidak memadu pengetahuan Anda dengan menghadirkan buku ini ke tengah-tengah ruang baca Anda. Sebab penulisnya meramu pola hidup sehat Rasulullah dari sisi yang komprehensif / menyeluruh ; pola tidur yang sehat, pola aktivitas seksual yang sehat, pola menghidupkan hati yang sehat, dan lain-lain. Pokoknya mantap!

Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 188 halaman, ukuran buku 13,5 x 21 cm, dan dengan berat 256 gram.

Penulis: Asadullah Al-Faruq

Penerbit: As-Salam Publsihing