Buku Islam 100 Dosa Yang Diremehkan Wanita (Al Qowam)

Buku Islam 100 Dosa Yang Diremehkan Wanita (Al Qowam)

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 54.000,00
Rp 43.200
You save: IDR 10.800,00! (20.00%)

Product Description

Buku Islam 100 Dosa Yang Diremehkan Wanita

Buku Islam 100 Dosa Yang Diremehkan Wanita-Dosa baik besar atau kecil, membuat pelakunya tersendat dalam beramal kebajikan, karena dosa yang satu akan melahirkan dosa yang lain. Kecuali yang dirahmati oleh Allah; untuk kembali bertaubat kepada-Nya. Dosa … dosa, dan dosa. Apa yang dimaksud dengan dosa itu? Simak penuturan Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wa sallam dalam mendefinisikan dosa.

البر حسن الخلق , و الإثم ما حاك في نفسك و كرهت أن يطلع عليه الناس

“Kebaikan adalah akhlak yang baik, sedangkan dosa adalah apa saja yang meragukan jiwamu dan kamu tidak suka memperlihatkannya pada orang lain.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di lain kesempatan,

عن وابصة بن معبد رضي الله عنه قال : أتيت رسول الله صلى الله عليه و سلم , فقال: جئت تسأل عن البر؟ قلت: نعم. قال: استفت قلبك. البر مااطمأن إليه النفس واطمأن إليه القلب. والإثم ماحاك في النفس و تردد في الصدر وإن أفتاك الناس وأفتوك.

Dari Wabishah bin ma’bad radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: “Aku datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau berkata: “Kamu datang untuk bertanya tentang kebaikan?” Aku menjawab: “benar.” Kemudian beliau bersabda: “Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan adalah apa saja yang menenangkan hati dan jiwamu. Sedangkan dosa adalah apa yang menyebabkan hati bimbang dan cemas meski banyak orang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kebaikan.” (HR. Ahmad: 4/227-228), ath-Thabrani dalam al-Kabir (22/147), dan al-Baihaqi dalam Dalaailun-nubuwwah: 6/292)

Dosa … Bepergian Tanpa Mahram

Dewasa ini sarana transportasi begitu mudahnya didapatkan, dan fenomena buruk pun menghampiri. Banyak para wanita yang keluar dari rumahnya tanpa keperluan yang jelas, mereka lalai terhadap tuntunan Rasulullah akan hal ini, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah wanita safar (bepergian jauh) kecuali bersama dengan mahramnya, dan janganlah seorang (laki-laki) menemuinya melainkan wanita itu disertai mahramnya. Maka seseorang berkata: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya aku ingin pergi mengikuti perang anu dan anu, sedangkan istriku ingin menunaikan ibadah haji.” Beliau bersabda: “Keluarlah (pergilah berhaji) bersamanya (istrimu).” (HR. al-Bukhari: Fathul Baari; IV/172), Muslim: hal. 978, dan Ahmad: I/222 dan 246)

Dalam sabdanya yang lain, “Tidak halal (boleh) bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir safar sejauh sehari semalam (perjalanan) dengan tanpa mahram (yang menyertainya).” (HR. al-Bukhari: Fathul Baari II/566, Muslim: hal. 487 dan Ahmad, II/437; 445; 493; dan 506)

Buku cetak edisi softcover, tebal buku 244 halaman, ukuran buku 15 x 23,2 cm, dan dengan berat 337 gram.

Penulis: Abdul Lathif bin Hajis Al-Ghamidi

Penerbit: Al-Qowam