Buku Hukum Mengangkat Tangan Dalam Shalat

Buku Hukum Mengangkat Tangan Dalam Shalat

Beli Produk Ini

Old Price: IDR 125.000,00
Rp 100.000
You save: IDR 25.000,00! (20.00%)

Product Description

Buku Hukum Mengangkat Tangan Dalam Shalat

Buku Hukum Mengangkat Tangan Dalam Shalat-Mengangkat tangan dalam beberapa tempat sewaktu shalat lazim kita jumpai di negeri kita (seperti; mengangkat tangan sebelum ruku’ dan saat i’tidal). Namun, lain ceritanya bila ada yang berpendapat sebaliknya. Memangnya ada? Simak penuturan al-Imam an-nawawi rahimahullah, beliau berkata, “Ketahuilah bahwa ini masalah yang sangat penting, karena setiap muslim membutuhkannya di setiap hari hingga berkali-kali, apalagi pencari akhirat dan yang banyak shalat. Oleh karena itu, para ulama sangat memperhatikan ini dengan seksama, sampai-sampai Imam Abu Abdillah al-Bukhari rahimahullah mengarang sebuah kitab besar mengenai penetapan mengangkat kedua tangan di dua tempat, dan sangat mengingkari orang yang menyelisihi hal itu. Kitab itu adalah kitab yang sangat berharga…”

Begitu juga al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah mengomentari, “Sebab perhatian mereka dalam menyoroti permasalahan ini adalah karena semua kota-kota kaum muslimin, seperti Hijaz, Yaman, Mesir, dan Irak, rata-rata penduduknya berpendapat mengangkat tangan ketika ruku’ dan bangkit darinya, kecuali penduduk Kufah, mereka tidak mengangkat tangannya di dalam shalat kecuali di pembukaan shalat saja. Maka para ulama perkotaan sangat peduli dengan problem ini, berhujjah untuknya, dan menyanggah yang menyelisihinya.”

Tiga Puluhan Karya Seputar Bab Ini

Subhanallah hebat ya …  Karya tulis yang menjabarlusakan perihal ini sudah mencapai 31 buah menurut penulis, dan penulis menyebutkan di antaranya:

  • Raf’ul Yada’in, Imam Bukhari
  • Manaqib Ahmad, Abu Abdillah al-Hakim an-Naisabury
  • Idhah Aqwa al-Madzhabain fi raf’il Yada’in, Ibnu al-Barini
  • Raf’ul Yada’in fi Sujud, Ahmad bin Muhammad bin Isma’il at-Tamimi adz-Dzahiri

Mana Dalilnya?

Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنْ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ أَيْضًا وَقَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ وَكَانَ لَا يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي السُّجُودِ

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat kedua tangannya dalam shalat sejajar dengan kedua pundaknya apabila memulai shalat, setelah bertakbir untuk ruku`, dan apabila mengangkat kepalanya dari ruku’ beliau juga mengangkat kedua tangannya…...” (HR. al-Bukhari, no. 735 dan  Muslim, no. 390)

Buku cetak edisi hardcover, tebal buku 492 halaman, ukuran buku 16 x 24,5 cm, dan dengan berat 688 gram.

Penulis: Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Penerbit: Pustaka Azzam